<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AndhyJoel</title>
	<atom:link href="http://tiwul.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tiwul.wordpress.com</link>
	<description>aku adalah aku karena aku bukan kamu dan bukan kalian</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jun 2011 08:43:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tiwul.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0c0bcca4b03193774470b3d3874a8c55?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>AndhyJoel</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tiwul.wordpress.com/osd.xml" title="AndhyJoel" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tiwul.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jungle survival Part 1</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2011/06/06/jungle-survival-part-1/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2011/06/06/jungle-survival-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 11:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/2011/06/06/jungle-survival-part-1/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=133&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><embed src='http://widget-9d.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-9d.slide.com&channel=3170534137717903005&cy=wp&il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=3170534137717903005&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-9d.slide.com/p1/3170534137717903005/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=3170534137717903005&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-9d.slide.com/p2/3170534137717903005/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=133&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2011/06/06/jungle-survival-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jatidiri dan Sifat Kepemimpinan Kresna</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2009/09/25/jatidiri-dan-sifat-kepemimpinan-kresna/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2009/09/25/jatidiri-dan-sifat-kepemimpinan-kresna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 15:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/2009/09/25/jatidiri-dan-sifat-kepemimpinan-kresna/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Arjuna menggembara di hutan bertemu dengan Kresna di gunung Raiwataka. Mereka menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh golongan Yadu, seraya mendengarkan kemerduan suara gamelan. Dalam pesta itu Arjuna melihat Subhadra adik Baladewa. Arjuna terpesona melihat kecantikan Subhadra. Kresna tahu, bahwa Arjuna tertarik kepada Subhadra, lalu disuruh melarikannya. Setelah Arjuna berhasil melarikan Subhadra, Baladewa marah, merasa <a href="http://tiwul.wordpress.com/2009/09/25/jatidiri-dan-sifat-kepemimpinan-kresna/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=85&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Arjuna menggembara di hutan bertemu dengan Kresna di gunung Raiwataka. Mereka menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh golongan Yadu, seraya mendengarkan kemerduan suara gamelan. Dalam pesta itu Arjuna melihat Subhadra adik Baladewa. Arjuna terpesona melihat kecantikan Subhadra. Kresna tahu, bahwa Arjuna tertarik kepada Subhadra, lalu disuruh melarikannya. Setelah Arjuna berhasil melarikan Subhadra, Baladewa marah, merasa dihina oleh Arjuna. Kresna menahan kemarahan Baladewa. Dikatakannya bahwa Arjuna telah menebus emas kawin dengan kesaktiannya. Baladewa dan Kresna kalah sakti dan tidak akan menang melawan kesaktian Arjuna. Akhirnya Baladewa menyetujui perkawinan Arjuna dengan Subhadra. Perkawinan berlangsung di Dwarawati. Perkawinan mereka dianugerahi anak bernama Abhimanyu (Adiparwa: 202-205)</p>
<p>Kresna dan Arjuna membantu pembakaran hutan Khandawa. Setelah Kresna mengunjungi perkawinan Drupadi dengan Pandhawa, ia bersama Arjuna pergi berjalan-jalan menyusuri sungai Yamuna. Di tepi sungai itu mereka mengadakan pesta makan dan minum. Kemudian datanglah berahmana mengaku bernama Agni. Kresna dan Arjuna akan menjamu berahmana itu. Berahmana menolak untuk dijamu, ia minta bantuan Kresna dan Arjuna untuk membakar hutan Khandawa. Ia selalu gagal membakar hutan itu, karena dihalangi oleh dewa Indra yang bersekutu dengan naga Taksaka. Kresna dan Arjuna sanggup membantu, tetapi minta diberi senjata sakti. Berahmana memberi senjata yang mereka minta. Arjuna diberi panah Mahaksaya Mahesadi dan Sang Hyang Soma memberi tempat anak panah yang tidak pernah habis bila anak panah dilepaskannya. Ia diberi juga senjata Sanggacakra. Kresna diberi cakra Bajranabha, panah sakti bila dipanahkan anak panahnya kembali kepada pemanahnya. Sebuah gada Komodaki diberikan kepada Kresna untuk kelengkapan senjatanya. Mereka berdua telah siap, Sang Hyang Agni mulai membakar hutan Khandawa. Sang Hyang Indra berusaha memadamkan kobaran api. Sang Hyang Yama, Baruna, Waisrawana, Aswino, Dhata, Twasta, Angsa, Mrtya, Aryana, Mitra, Pusa, dan Bhaga membantu usaha Hyang Indra. Mereka beradu kesaktian senjata dengan Kresna dan Arjuna. Kemudian didengar suara yang mengatakan bahwa naga Taksaka sudah meninggalkan hutan Khandawa dan bertempat di Kuruksetra. Biarlah Kresna dan Arjuna menjaga Hutasana penjelmaan Narayana.</p>
<p>Sang Hyang Indra dan para dewa meninggalkan hutan Khandawa. Sang Hyang Agni dengan bebas membakar hutan seisinya. Maya anak Wiswakarma minta hidup kepada Kresna. Kresna pun memberi hidup kepada Maya karena ia tidak pernah membunuh orang yang minta hidup kepadanya. Arjuna menolong naga Aswasena. Empat ekor burung puyuh bebas dari kobaran api.</p>
<p>Dalam cerita Bharatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, Kresna berpihak kepada Pandawa. Sebelum perang terjadi Kresna diminta bantuannya oleh Pandawa untuk mengusulkan agar Suyodhana mau membagi dua kerajaan Hastina. Kresna pun menyanggupinya, lalu berangkat dari Wirata menuju ke Hastina, dihantar oleh Satyaki. Setiba di Kuruksetra kresna berrtemu dengan Parasurama, Kanwa, Janaka dan Narada. Mereka berempat akan membantu Kresna. Mendengar berita kedatangan Kresna di Hastina, Dhrestarastra menyuruh agar orang-orang menghias jalan dan menebarkan kain-kain indah. Bhisma berseru agar rakyat menyambut kedatangan Kresna dengan ramah tamah.</p>
<p>Anjuran itu disanggah Sakuni, Karna dan Suyodhana. Mereka menganggap Kresna berpihak kepada Pandawa. Kedatangan Kresna disambut dengan enam rasa makanan lezat dan bunyi tabuh-tabuhan yang amat merdu. Kresna tidak datang di tempat raja Suyodhana, tetapi menuju tempat Dhrestarastra. Di tempat itu Kresna bertemu dengna Drona, Bhisma, Krepa, Salya, Widura, Karna dan Dhrestarastra. Kresna dijamu bermacam-macam makanan lezat, emas dan manikam. Kemudian Suyodhana datang bersama pembawa makanan jamuan untuk Kresna. Kresna menolak jamuan Suyodhana sebab tujuan kedatangan dan perundingan belum tercapai. Suyodhana marah atas sikap Kresna yang menolak jamuannya. Kresna meninggalkan tempat pertemuan, diantar Widura menuju ke tempat tinggal Kunti. Kunti amat gembira menerima kedatangan Kresna sebagai wakil Pandawa. Widura sepaham dengan rencana Kresna. Suyodhana kecewa, lalu berunding dengan Dusasana, Sakuni dan Karna. Karna membakar hati warga Korawa supaya benci kepada Kresna yang berpihak kepada Pandawa.</p>
<p>Suyodhana minta agar Widura memanggil Yuyutsu, Krepa, Sakuni, Karna dan raja-raja sekutunya, kemudian minta kehadiran Kresna. Para dewa yang menjelma sebagai resi datang menghadiri perundingan. Kresna membuka perundingan dengan memandang Dhrestarastra. Ia berkata kepada Suyodhana, ia atas nama Pandawa minta separo kerajaan Hastina, Dhrestarastra setuju dan menerima permintaan Kresna. Suyodhana diam dan berpaling kepada Dusasana, Sakuni dan Karna. Mereka bertiga bergeleng kepala, pertanda tidak setuju. Ramaparasu, Kanwa, Narada dan Janaka berpihak kepada usul Kresna. Drona dan Bhisma menyetujui usul Kresna demi kebahagiaan bersama. Widura dan Sanjaya ikut menyetujuinya, demikian juga permmaisuri Dhrestarastra.</p>
<p>Suyodhana menolak usul Kresna, bahkan mengusir Kresna untuk meninggalkan tempat perundingan. Raja Hastina menyuruh Karna, Sakuni dan Dusasana untuk bersiap-siap menyerang Kresna. Mereka bertiga mempersiapkan prajurit Korawa. Dhrestarastra dan permaisuri berusaha membujuk Suyodhana, tetapi tidak termakan nasihatnya. Bahkan semakin berkobar kemarahannya.</p>
<p>Satyaki memberi tahu, bahwa prajurit Korawa telah siap menyerang Kresna, tetapi prajurit Yadu telah siap melawannya.</p>
<p>Kresna meninggalkan tempat perundingan, lalu berdiri di halaman, bertiwikrama membesarkan diri sebesar Kalamretyu, menundukkan bahwa ia jelmaan dewa Wisnu. Kresna yang dahsyat itu melangkah dan menyerang seperti singa. Bumi bergetar hebat, orang Korawa cemas ketakutan. Karna menjadi pucat, Suyodhana, Yuyutsu dan Wikarna jatuh pingsan. Drona, Bhisma dan Narada menghadap Kresna, minta agar berhenti marah dan minta kedamaian dunia. Bila Korawa hancur, tidak akan terpenuhi idam-idaman Bhima, Dropadi tidak akan bersanggul jika tidak jadi mandi darah warga Korawa. Redalah kemarahan Kresna, kembali ke wujud semula.</p>
<p>R.S Subalidinata</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=85&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2009/09/25/jatidiri-dan-sifat-kepemimpinan-kresna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serigala Tua</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/23/serigala-tua/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/23/serigala-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 08:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita A. De Mello]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah dongeng yang diceritakan oleh mistik Arab, Sa&#8217;di: Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membakan kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala. Hari berikutnya Tuhan memberi makan <a href="http://tiwul.wordpress.com/2009/05/23/serigala-tua/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=77&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:x-small;"><a href="http://tiwul.files.wordpress.com/2009/05/wolf2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-82 alignleft" title="Wolf" src="http://tiwul.files.wordpress.com/2009/05/wolf2.jpg?w=112&#038;h=88" alt="Wolf" width="112" height="88" /></a> Sebuah dongeng yang diceritakan oleh mistik Arab, Sa&#8217;di:</span></span></p>
<p>Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah lumpuh keempat kakinya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membakan kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala.</p>
<p>Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan harimau yang sama. Orang itupun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang begitu besar dan berkata dalam hati: &#8216;Aku juga akan menganggur di rumah saja dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan, karena Ia akan mencukupi segala kebutuhanku.&#8217;</p>
<p>Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tak terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir mati, terdengarlah Suara: Hai, engkau, orang yang sesat, bukalah matamu pada pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala yang lumpuh!</p>
<p>Di jalan aku melihat seorang gadis kecil menggigil kedinginan dalam pakaiannya yang tipis. Tiada harapan baginya untuk mendapatkan cukup makanan. Aku menjadi marah dan berkata kepada Tuhan: &#8216;Mengapa hal ini Kaubiarkan? Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?&#8217;</p>
<p>Sementara waktu Tuhan tidak berkata apa-apa. Malamnya Ia menjawab dengan sangat tiba-tiba: &#8216;Aku telah berbuat sesuatu. Aku menciptakan engkau.&#8217;</p>
<p>Anthony De Mello SJ</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=77&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/23/serigala-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tiwul.files.wordpress.com/2009/05/wolf2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Wolf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami bertiga Kamu Bertiga</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/21/kami-bertiga-kamu-bertiga/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/21/kami-bertiga-kamu-bertiga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 04:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita A. De Mello]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kapal seorang Uskup berlabuh untuk satu hari di sebuah pulau yang terpencil, ia bermaksud menggunakan hari itu sebaik-baiknya. Ia berjalan-jalan menyusur pantai dan menjumpai tiga orang nelayan sedang memperbaiki pukat. Dalam bahasa Inggeris pasaran mereka menerangkan, bahwa berabad-abad sebelumnya mereka telah dibaptis oleh para misionaris. &#8216;Kami orang Kristen,&#8217; kata mereka sambil dengan bangga menunjuk <a href="http://tiwul.wordpress.com/2009/05/21/kami-bertiga-kamu-bertiga/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=62&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ketika kapal seorang Uskup berlabuh untuk satu hari di sebuah pulau yang terpencil, ia bermaksud menggunakan hari itu sebaik-baiknya. Ia berjalan-jalan menyusur pantai dan menjumpai tiga orang nelayan sedang memperbaiki pukat. Dalam bahasa Inggeris pasaran mereka menerangkan, bahwa berabad-abad sebelumnya mereka telah dibaptis oleh para misionaris. &#8216;Kami orang Kristen,&#8217; kata mereka sambil dengan bangga menunjuk dada.</span></span></p>
<p>Uskup amat terkesan. Apakah mereka tahu doa Bapa Kami? Ternyata mereka belum pernah mendengarnya. Uskup terkejut sekali. Bagaimana orang-orang ini dapat menyebut diri mereka Kristen, kalau mereka tidak mengenal sesuatu yang begitu dasariah seperti doa Bapa Kami?</p>
<p>&#8216;Lantas, apa yang kamu ucapkan bila berdoa?&#8217;</p>
<p>&#8216;Kami memandang ke langit. Kami berdoa: &#8216;Kami bertiga, Kamu bertiga, kasihanilah kami.&#8217; Uskup heran akan doa mereka yang primitif dan jelas bersifat bidaah ini. Maka sepanjang hari ia mengajar mereka berdoa Bapa Kami. Nelayan-nelayan itu sulit sekali menghafal, tetapi mereka berusaha sebisa-bisanya. Sebelum berangkat lagi pada pagi hari berikutnya, Uskup merasa puas. Sebab, mereka dapat mengucapkan doa Bapa Kami dengan lengkap tanpa satu kesalahan pun.</p>
<p>Beberapa bulan kemudian kapal Uskup kebetulan melewati kepulauan itu lagi. Uskup mondar-mandir di geladak sambil berdoa malam. Dengan rasa senang ia mengenang, bahwa di salah satu pulau yang terpencil itu ada tiga orang yang mampu berdoa Bapa Kami dengan lengkap berkat usahanya yang penuh kesabaran. Sedang ia termenung, secara kebetulan ia, melihat seberkas cahaya di arah Timur. Cahaya itu bergerak mendekati kapal. Sambil memandang keheran-heranan, Uskup melihat tiga sosok tubuh manusia berjalan di atas air, menuju ke kapal. Kapten kapal menghentikan kapalnya dan semua pelaut berjejal-jejal di pinggir geladak untuk melihat pemandangan ajaib ini.</p>
<p>Ketika mereka sudah dekat, barulah Uskup mengenali tiga sahabatnya, para nelayan dulu. &#8216;Bapak Uskup&#8217;, seru mereka, &#8216;Kami sangat senang bertemu dengan Bapak lagi. Kami dengar kapal Bapak melewati pulau kami, maka cepat-cepat kami datang.&#8217;</p>
<p>&#8216;Apa yang kamu inginkan?&#8217; tanya Uskup tercengang-cengang.</p>
<p>&#8216;Bapak Uskup,&#8217; jawab mereka, &#8216;kami sungguh-sungguh amat menyesal. Kami lupa akan doa yang bagus itu. Kami berkata: Bapa kami Yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu; datanglah kerajaanMu &#8230; lantas kami lupa. Ajarilah kami sekali lagi seluruh doa itu!&#8217;</p>
<p>Uskup merasa rendah diri: &#8216;Sudahlah, pulang saja, saudara-saudaraku yang baik, dan setiap kali kamu berdoa, katakanlah saja: Kami bertiga, kamu bertiga, kasihanilah kami.&#8217;</p>
<p>Aku kadang-kadang melihat wanita-wanita tua berdoa rosario tak habis-habisnya di gereja. Bagaimana mungkin Tuhan dimuliakan dengan suara bergumam yang tidak keruan itu? Tetapi setiap kali aku melihat mata mereka atau memandang wajah mereka menengadah, di dalam hati aku tahu, bahwa mereka lebih dekat dengan Tuhan daripada banyak orang terpelajar</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Anthony de Mello SJ<br />
</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=62&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/21/kami-bertiga-kamu-bertiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Engkau Mendengar Burung Berkicau ?</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/09/engkau-mendengar-burung-berkicau/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/09/engkau-mendengar-burung-berkicau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 19:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita A. De Mello]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Orang Hindu memperkembangkan suatu gambaran yang indah mengenai hubungan antara Tuhan dan ciptaanNya. Tuhan &#8216;menarikan&#8217; ciptaanNya. Ia adalah Sang Penari dan ciptaan adalah tarianNya. Suatu tarian berbeda dengan seorang penari, tetapi tidak bisa ada jika yang menarikannya tidak ada. Engkau tidak dapat membungkus tarian itu dan membawanya pulang, jika engkau menyayanginya. Begitu gerak penari terhenti, <a href="http://tiwul.wordpress.com/2009/05/09/engkau-mendengar-burung-berkicau/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=55&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><img class="alignleft size-medium wp-image-56" title="bird-photography" src="http://tiwul.files.wordpress.com/2009/05/bird-photography.jpg?w=157&#038;h=206" alt="bird-photography" width="157" height="206" />Orang Hindu memperkembangkan suatu gambaran yang indah mengenai hubungan antara Tuhan dan ciptaanNya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:x-small;">Tuhan &#8216;menarikan&#8217; ciptaanNya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:x-small;">Ia adalah Sang Penari dan ciptaan adalah tarianNya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:x-small;">Suatu tarian berbeda dengan seorang penari, tetapi tidak bisa ada jika yang menarikannya tidak ada.<br />
Engkau tidak dapat membungkus tarian itu dan membawanya pulang, jika engkau menyayanginya.<br />
Begitu gerak penari terhenti, tariannya pun tidak ada lagi.</span></span>
</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Dalam usahanya mencari Tuhan manusia terlalu banyak berpikir, terlalu banyak merenung, terlalu banyak berbicara.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Bahkan ketika memandang tarian yang kita sebut ciptaan, ia terus menerus berpikir, berbicara dengan diri sendiri dan dengan orang lain, merenung, menelaah dan berfilsafat.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Kata-kata, kata-kata, kata-kata belaka.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Suara-suara, suara-suara, suara-suara belaka.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:x-small;"><br />
Diam dan lihatlah tarian itu. Hanya melihat saja:</span></span>
</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">sebuah binatang, sekuntum bunga, sehelai daun layu,</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">seekor burung, sebongkah batu&#8230;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Satu lambaian tarian saja sudah cukup.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Lihatlah. Dengarlah. Hiruplah. Sentuhlah, Nikmatilah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Dan kiranya tak lama kemudian engkau akan menjumpaiNya. Sang Penari sendiri.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Keluhan seorang murid kepada Guru Zen-nya yang selalu diulang-ulang adalah :</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">&#8216;Bapak menyembunyikan rahasia terdalam ilmu Zen dariku&#8217;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Dan ia tidak mau percaya kalau sang Guru menyangkal tuduhannya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Pada suatu hari sang Guru mengajaknya berjalan-jalan menyusuri bukit. Waktu itu mereka mendengar seekor burung berkicau. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">&#8216;Apakah engkau tadi mendengar seekor burung berkicau ?&#8217;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">tanya sang Guru.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">&#8216;Ya&#8217; jawab si murid.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">&#8216;Nah sekarang engkau tahhu, bahwa aku tidak menyembunyikan sesuatu pun darimu.&#8217;</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">&#8216;Ya&#8217;. kata si murid. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Seandainya engkau sungguh-sungguh pernah mendengarkan kicauan seekor burung, pernah memandang sebatang pohon&#8230;.. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Engkau sudah mengerti &#8212; mengatasi segala perkataan dan pemikiran.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Apa katamu tadi ? Engkau telah mendengar puluhan burung berkicau dan melihat ratusan batang pohon ?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Apakah yang engkau lihat itu sungguh sebatang pohon atau hanya &#8216;pohon-pohon&#8217; ? </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Jika engkau memandang sebatang pohon tetapi hanya melihat sebatang pohon, sebenarnya engkau belum melihat pohon itu. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Jika engkau memandang pohon dan melihat keajaiban, nah, barulah akhirnya engkau melihat pohon ! </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Pernahkah kamu dipenuhi rasa kagum yang tak terhingga ketika mendengar seekor burung berkicau ? </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Anthony De Mello SJ (Song of the bird)</span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=55&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2009/05/09/engkau-mendengar-burung-berkicau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tiwul.files.wordpress.com/2009/05/bird-photography.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bird-photography</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASTA BRATA</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2009/04/05/asta-brata/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2009/04/05/asta-brata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 05:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Sastra Weda yang telah digubah dengan bentuk Kakawin/Kakawin Ramayana Bab I Sloka 3 menyebutkan : Gunamanta Sang Dasaratha, Wruh Sira ring Weda, Bhakti ring Dewa Tan Marlupeng pitra puja, masih ta sireng swagotra kabeh. Maksudnya : Bahwa Raja Dasaratha adalah seorang pemimpin yang memahami pengetahuan suci Weda, taat beragama, Bhakti kepada Tuhan dan tidak <a href="http://tiwul.wordpress.com/2009/04/05/asta-brata/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=31&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah Sastra Weda yang telah digubah dengan bentuk Kakawin/Kakawin Ramayana Bab I Sloka 3 menyebutkan :</p>
<p><em>Gunamanta Sang Dasaratha, Wruh Sira ring Weda, Bhakti ring Dewa Tan Marlupeng pitra puja, masih ta sireng swagotra kabeh. </em></p>
<p><a name="more-36"></a>Maksudnya : Bahwa Raja Dasaratha adalah seorang pemimpin yang memahami pengetahuan suci Weda, taat beragama, Bhakti kepada Tuhan dan tidak melupakan leluhur/pendahulu-pendahulunya serta adil dan mengasihi seluruh rakyatnya.</p>
<p>Raja berputrakan Sri Rama ini adalah seorang pemimpin yang patut dijadikan panutan. Artinya seorang pemimpin harus menguasai : ilmu pengetahuan &amp; teknologi, agama, taat kepada Tuhan, hormat kepada para pahlawan dan pendahulu-pendahulunya, adil serta sayang kepada rakyatnya.<strong>Asta Brata </strong></p>
<p>Asta Brata artinya delapan ajaran utama tentang kepemimpinan yang merupakan petunjuk Sri Rama kepada Bharata (adiknya) yang akan dinobatkan menjadi Raja Ayodhya. Asta Brata disimbulkan dengan sifat-sifat mulia dari alam semesta yang patut dijadikan pedoman bagi setiap pemimpin, yaitu :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Indra Brata </strong><br />
Seorang 	pemimpin hendaknya seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan 	kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam setiap tindakannya dapat membawa 	kesejukan dan penuh kewibawaan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Yama Brata</strong><br />
Pemimpin 	hendaknya meneladani sifat-sifat Dewa Yama, yaitu berani menegakkan 	keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi 	masyarakat.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Surya Brata </strong><br />
Pemimpin 	hendaknya memiliki sifat-sifat seperti Matahari (surya) yang mampu 	memberikan semangat dan kekuatan pada kehidupan yang penuh dinamika 	dan sebagai sumber energi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Candra Brata </strong><br />
Pemimpin 	hendaknya memiliki sifat-sifat seperti bulan yaitu mampu memberikan 	penerangan bagi rakyatnya yang berada dalam kegelapan/kebodohan 	dengan menampilkan wajah yang penuh kesejukan dan penuh simpati 	sehingga masyarakatnya merasa tentram dan hidup nyaman.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Vayu Brata (maruta)</strong><br />
Pemimpin 	hendaknya ibarat angin, senantiasa berada di tengah-tengah 	masyarakatnya, memberikan kesegaran dan selalu turun ke bawah untuk 	mengenal denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Bhumi (Danada) </strong><br />
Pemimpin 	hendaknya memiliki sifat-sifat utama dari bumi yaitu teguh, menjadi 	landasan berpijak dan memberi segala yang dimiliki untuk 	kesejahteraan masyarakatnya.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>Varuna Brata </strong><br />
Pemimpin 	hendaknya bersifat seperti samudra yaitu memiliki wawasan yang luas, 	mampu mengatasi setiap gejolak (riak) dengan baik, penuh kearifan 	dan kebijaksanaan.</p>
</li>
<li><strong>Agni Brata </strong><br />
Pemimpin hendaknya memiliki sifat mulia 	dari api yaitu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam 	pembangunan, tetap teguh dan tegak dalam prinsip dan 	menindak/menghanguskan yang bersalah tanpa pilih kasih.</li>
</ol>
<p>Dari blog : http://singaraja.wordpress.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=31&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2009/04/05/asta-brata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inti Sari Siu Tao</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2007/10/11/inti-sari-siu-tao/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2007/10/11/inti-sari-siu-tao/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 05:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Renungan Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/2007/10/11/inti-sari-siu-tao/</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Tao / Siu Tao ( ), memang bukan merupakan suatu masalah yang mudah, begitu banyak pengertian yang harus diserap, namun lebih penting lagi yaitu begitu banyak pengeritan itu yang harus dijalani. Tanpa melaksanakan pengertian-pengertian yang baik itu, merupakan suatu yang sia-sia. Sering kali terjadi, setelah sekian lama kita merasakan dan menikmati semerbak harumnya, barulah <a href="http://tiwul.wordpress.com/2007/10/11/inti-sari-siu-tao/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=26&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="title"><strong></strong></span>Belajar Tao / Siu Tao (<!--[if gte vml 1]&gt;                                                  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/Fa/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" height="14" width="16" /><!--[endif]--> <!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/Fa/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="14" width="16" /><!--[endif]-->), memang bukan merupakan suatu masalah yang mudah, begitu banyak pengertian yang harus diserap, namun lebih penting lagi yaitu begitu banyak pengeritan itu yang harus dijalani. Tanpa melaksanakan pengertian-pengertian yang baik itu, merupakan suatu yang sia-sia. Sering kali terjadi, setelah sekian lama kita merasakan dan menikmati semerbak harumnya, barulah kita menyadari dan mengerti akan keagungan dan kemuliaannya secara lebih mendalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tao (<!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/Fa/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="14" width="16" /><!--[endif]-->) dengan kekuatannya tidak terlihat dan tidak terasa telah mengubah sifat manusia, Tao menghendaki umatnya berlatih diri, mengenal diri, dan selalu mawas diri. Menjadikan umat manusia mau meninggalkan yang kurang baik, serta memupuk budi luhur masing-masing.</p>
<p>Proses ini mungkin amat sulit untuk diikuti perkembangannya, bahkan harus melalui hari-hari yang panjang dalam kehidupan ini, serta membutuhkan keyakinan yang tebal serta keuletan yang tinggi. Kalau tidak, pasti akan gagal ditengah jalan. Untuk menuju sukses masih jauh sekali jarak yang harus kita tempuh.
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi secara garis besar Inti Sari Siu Tao (<!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/Fa/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" height="14" width="16" /><!--[endif]--> <!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/Fa/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" height="14" width="16" /><!--[endif]-->) adalah merevisi diri, menghilangkan kelemahan-kelemahan diri kita, serta memupuk sifat-sifat mulia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Objek Siu Tao adalah <em>&#8220;Diri kita masing-masing&#8221;</em>, bukan orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Manusia merupakan makhluk hidup yang &#8220;Unik&#8221;, mempunyai perbedaan-perbedaan yang begitu kompleks, yang seringkali bahkan diri sendiri pun sulit untuk memahami. Namun secara umum, ada beberapa sifat-sifat yang telah diketahui oleh manusia, sehingga kita masih dapat menyimpulkan sifat mana yang harus dikikis, dan sifat mana yang harus dipupuk, sesuai dengan ajaran Tao, seperti yang dijelaskan di atas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa sifat yang harus dikikis dari kehidupan kita:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kesombongan</strong><br />
Apabila kita mempunyai &#8220;kelebihan&#8221; dibandingkan orang lain, merupakan suatu hal yang wajar apabila kita merasa bangga, namun antara bangga dan sombong seringkali hanya dibatasi oleh benang tipis. Di dalam kitab suci Dai Sang Law Cin mengatakan : <em>Membanggakan diri sering datangkan rugi, merendahkan diri tak hilang apapun sejari, Kalau pandai jangan menonjolkan diri, yang pandai berilmu tinggi biasanya seperti terendah tak kuat berdiri.</em> Membanggakan diri yang berlebihan (sombong), hanya akan memuaskan ambisi kita, namun tidak menambah apapun dalam diri kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Dendam</strong><br />
Di dalam perjalanan hidup manusia, ada pepatah yang mengatakan banyak manusia, menimbulkan banyak masalah. Di sini jelaslah bahwa di dalam hidup bermasyarakat, akan banyak timbul gesekan-gesekan dengan orang lain. Bagaimanakah seharusnya kita sebagai seorang umat Tao dalam menghadapi masalah ini? Setiap masalah yang timbul, seharusnya diselesaikan secara bijaksana, mengikuti peraturan dan kesepakatan di dalam masyarakat. Dengan demikian permasalahan diharapkan bisa diselesaikan dengan baik. Apabila di dalam hati kita selalu timbul rasa dendam, maka persoalan akan <em>&#8220;tidak pernah selesai&#8221;</em>, dan selalu menjadi ganjalan di dalam hati, maka hati kita pun tidak pernah <em>&#8220;tentram dan tenang&#8221;</em>. Apalagi bila hal ini dihubungkan dengan kenyataan bahwa orang Tao mempunyai Fak, makin tinggi Tao seseorang, maka makin tinggi pula Fak nya. Kalau masih mempunyai rasa dendam, mana mungkin Tao nya bisa tinggi?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>E<span>gois</span></strong><br />
Di dalam Dai Sang Law Cin Cen Cing mengatakan : <em>Menolong orang lain, haruslah menolong diri sendiri dahulu.</em><br />
Ini bukan berarti mengajarkan kita untuk hanya mementingkan diri sendiri (Egois). Sebenarnya berapa banyak yang dapat kita nikmati sendiri? Makan tiga kali sehari, berganti baju dua kali sehari, tidur tujuh jam sehari, apakah itu tidak cukup bagi kita? Mengapa kita tidak menyisihkan waktu dan kemampuan serta kelebihan harta kita bagi orang lain? Bagi keluarga kita, bagi saudara kita, dan bagi masyarakat luas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kecemasan yang berlebihan</strong><br />
Suatu hal yang wajar manusia mempunyai rasa cemas, begitu banyak hal yang tidak kita ketahui, cemas terhadap keadaan keluarga kita, kesehatan kita, pekerjaan kita, dan banyak lagi kecemasan-kecemasan lainnya. Namun apakah hanya dengan kecemasan saja semuanya akan berubah? Di dalam Dai Sang Law Cin Cen Cing berkata : Hidup selalu banyak rintangan, Dapat berpikir adalah bawaan manusia, Bebas duniawi berarti sudah habis nyawanya, Mengerti Tao buah pikiran terbuka, Buanglah kecemasan dan nyanyilah lagu-lagu Tao, Siu Tao hingga dapat berdialog dengan Dewa-Dewa, Dewa-Dewa tentu lebih perhatian pada kita. Sedang di dalam Fuk Tek Cen Shen Cen Cing mengatakan: <em>Fuk Yu Thien Sang Lai, Tek Yu Shin Cong Jie (Rejeki diberi oleh Tuhan, Moral timbulnya dari sanubari)</em>.
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Disini jelaslah bahwa hanya dengan Siu Tao (menjalankan ajaran Tao), banyak berbuat kebajikan, mempunyai moral yang tinggi, berusaha dan berpikir untuk mengatasi rintangan hidup, maka secara nyata kehidupan kita selalu akan dilindungi, kalau demikian, mengapa masih selalu merasa cemas?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentu saja masih ada sifat-sifat lainnya yang harus dikikis, tapi akan kita bicarakan pada lain kesempatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang kita membicarakan beberapa sifat yang harus dipupuk di dalam kehidupan kita:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Welas Asih</strong><br />
Sudah sama-sama kita mengerti dan ketahui bahwa: <em>Dai Sang Cui Yu Jing (Dai Sang Law Cin sangat Welas Asih)</em>, kita sebagai umatnya tentu harus mengerti hal ini, harusnya kita jadikan teladan di dalam hidup kita. Welas asih adalah sifat yang sangat mulia, selalu berbuat demi meringankan penderitaan umat manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Lapang dada</strong><br />
Di dalam Tao Tek Cing ciptaan Law Ce, menyebutkan yang kira-kira artinya demikian: <em>Manusia bijak seperti air danau yang dalam, begitu tenang dan bening, seolah apapun yang dilemparkan ke danau itu, tertelan begitu saja, airnya tetap tenang dan jernih</em>. Justru karena ia bisa menerima apa yang tidak bisa diterima orang lain, menunjukkan ketinggian Tao-nya. Ini menunjukkan manusia seharusnya bisa lapang dada, bisa menerima hal-hal yang mungkin menyakitkan (Kritik, saran, salah paham, dll), dengan begitu maka Tao-nya akan menjadi lebih tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kejujuran</strong><br />
Meskipun ajaran Tao mengharuskan kita fleksibel, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan kejujuran. Kitab Suci Erl Lang Shen mengatakan: <em>Tao timbul dari arus kejujuran yang agung dan mulia. Dari alamiah, asal alamiah, menuntun umat manusia ke jalan yang benar di dunia</em>. Mungkin kita bisa membohongi orang lain, namun kita tidak dapat mengingkari hati nurani kita. Dan itu tidak sesuai dengan ajaran Tao.
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Demikian yang ingin saya sampaikan pada hari ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi perjalanan Siu Tao kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cerita ilustrasi:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Zhang Liang menunjukkan rasa hormat kepada seorang Tua dan mendapatkan sebuah buku pegangan yang luar biasa.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Zhang Liang adalah seorang pintar yang rendah hati, dan sopan santun, ayahnya adalah seorang Perdana Menteri negara Han, di daerah yang sekarang disebut Korea.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika Qin menghancurkan Han, ia melarikan diri, dan berencana untuk kembali meneruskan negara Han. Pada suatu hari, setelah belajar, ia beristirahat dan menyusuri sebuah aliran sungai, tibalah ia pada sebuah jembatan yang di atasnya sedang duduk seorang tua, pada saat ia sudah dekat, orang tua itu menjatuhkan sepatunya ke tepi sungai, dan dengan seenaknya ia menyuruh Zhang Liang mengambilkan sepatunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun ia merasa dongkol, namun ia merasa ia harus menghormati orang yang lebih tua, maka ia mengambilkan sepatu itu. Setelah sepatu itu ia serahkan, orang tua itu bahkan menyuruhnya memakaikan sepatu itu, tapi ia tetap dapat mengendalikan emosinya, dan berpikir bahwa ia telah mengambilkan sepatunya, apa salahnya ia memakaikannya? Kemudian orang tua itu pergi sambil berkata: kamu sangat menghargaiku, kembalilah lima hari lagi, temui saya pagi-pagi di sini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lima hari lagi Zhang Liang datang ke jembatan itu, tapi orang tua itu sudah duduk di sana, lalu ia berkata, kamu terlambat, datanglah lima hari lagi, karena saya telah menunggumu lama sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lima hari kemudian, Zhang Liang kembali ke tempat itu lebih pagi, namun kembali orang tua itu telah duduk di sana, lagi-lagi orang tua itu berkata: kamu terlambat, datanglah lima hari lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka lima hari kemudian, tengah malam Zhang Liang tidak tidur, ia langsung ke jembatan itu, langit masih gelap dan dingin, ia berhasil datang lebih dulu daripada orang tua itu. Orang tua itu kemudian memberinya sebuah buku strategi perang yang telah lama hilang, dan berkata pada Zhang Liang, bahwa ia akan mencapai sukses hidup dengan buku itu. Setelah mempelajari buku itu, suatu hari kemudian Zhang Liang menjadi menteri pendiri dinasti Han, dan sangat terkenal dengan taktik perangnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ilustrarsi cerita ini memberikan kepada kita suatu makna:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Bahwa dengan kecerdasan, kerendahan hati, sopan santun, dan lapang dada, Zhang Liang mendapatkan Jalan untuk mencapai cita-citanya.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cerita kedua :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Cai Yong menerima Wang Can dengan memakai sepatu terbalik</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cai Yong, penulis dan sarjana yang sangat ternama, menjabat sebagai pejabat tinggi selama pemerintahan kaisar Han Xian pada periode Tiga Kerajaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dia sangat mengagumi Wang Can, seorang muda berbakat yang sering ia dengar namanya disebut orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Wang Can adalah seorang yang mempunyai kemampuan berbahasa yang luar biasa, dengan kata-katanya ia banyak menolong orang lain, misalnya merukunkan keluarga yang terpecah, dll. Suatu hari Cai Yong mengundang Wang Can untuk suatu resepsi, dan pada saat Wang Can tiba, disana telah banyak tamu, setelah tahu Wang Can tiba, dengan tergesa-gesa Cai Yong menyambutnya dengan memakai sepatunya secara terbalik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Para tamu yang lain menjadi heran, dan berpikir bahwa tamu yang disambut pasti bukanlah orang sembarangan. Tapi menjadi bingung ketika melihat yang disambut adalah seorang muda dengan penampilan yang sangat sederhana. Bahkan mulai sinis, karena Cai Yong adalah pejabat tinggi, mengapa begitu menaruh hormat pada Wang Can?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun setelah mengetahui bahwa Wang Can memang seorang yang rendah hati dan mempunyai pengetahuan yang luas, mereka tidak lagi menyalahkan Cai Yong yang salah memakai sepatunya, bahkan menghargai betapa Cai Yong memperlakukan tamunya dengan hormat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Makna cerita :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Seseorang dinilai dari kepribadiannya dan kemampuannya, bukan dari penampilan luarnya.</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiwul.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiwul.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=26&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2007/10/11/inti-sari-siu-tao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Narada</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2007/10/10/ragam-2/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2007/10/10/ragam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 07:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Cerita A. De Mello]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/2007/10/10/ragam-2/</guid>
		<description><![CDATA[Narada, seorang Hindu yang bijaksana, berziarah ke kuil Dewa Wisnu. Pada suatu malam ia singgah di sebuah desa dan diterima dengan baik oleh sepasang suami-isteri yang miskin. Sebelum ia berangkat pada hari berikutnya, si suami minta kepada Narada: &#8216;Tuan akan pergi kepada Dewa Wisnu. Tolong mintakanlah kepadanya, agar Ia menganugerahi saya dan isteri saya seorang <a href="http://tiwul.wordpress.com/2007/10/10/ragam-2/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=25&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  <span style="font-size:18pt;font-family:'Comic Sans MS';"></span>  <span style="font-size:18pt;font-family:'Comic Sans MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';">Narada, seorang Hindu yang bijaksana, berziarah ke kuil Dewa Wisnu. Pada suatu malam ia singgah di sebuah desa dan diterima dengan baik oleh sepasang suami-isteri yang miskin. Sebelum ia berangkat pada hari berikutnya, si suami minta kepada Narada: &#8216;Tuan akan pergi kepada Dewa Wisnu. Tolong mintakanlah kepadanya, agar Ia menganugerahi saya dan isteri saya seorang anak. Sebab, sudah bertahun-tahun lamanya kami berkeluarga, namun kami belum juga mempunyai anak.&#8217;</p>
<p>Sampai di kuil, Narada berkata kepada Dewa: &#8216;Orang itu dengan isterinya amat baik kepada saya. Maka sudilah bermurah hati dan berilah mereka seorang anak.&#8217;<br />
Dewa menjawab dengan tegas: &#8216;Telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan mempunyai anak.&#8217; Maka Narada menyelesaikan kebaktiannya, lalu pulang.</p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';">Lima</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';"> tahun kemudian Narada berziarah ke tempat yang sama. Ia singgah pula di desa yang sama dan sekali lagi diterima dengan baik oleh pasangan suami-isteri yang sama pula. Kali ini ada dua orang anak bermain-main di muka pondok mereka.</p>
<p>&#8216;Anak-anak siapa ini?&#8217; tanya Narada. &#8216;Anak-anak saya.&#8217; jawab si suami. Narada bingung. Si suami meneruskan ceritanya: &#8216;Segera setelah Tuan meninggalkan kami </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';">lima</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';"> tahun yang lalu, seorang pengemis suci datang mengunjungi kampung kami. Kami menerimanya barang semalam. Paginya, sebelum berangkat, ia memberkati saya dan isteri saya &#8230; dan Dewa mengaruniai kami dua orang anak ini.&#8217;</p>
<p>Mendengar cerita ini, Narada cepat-cepat menuju kuil Dewa Wisnu lagi. Ketika tiba di </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';">sana</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';">, dan pintu kuil ia sudah berteriak: &#8216;Bukankah Dewa telah mengatakan: telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan punya anak? Kini ia mempunyai dua orang anak!&#8217;</p>
<p>Ketika Dewa mendengar hal ini, ia tertawa keras dan berkata: &#8216;Pasti perbuatan seorang suci! Hanya orang suci yang mempunyai kuasa untuk mengubah nasib seseorang.&#8217;<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';">Anthony De Mello SJ</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Comic Sans MS';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiwul.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiwul.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=25&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2007/10/10/ragam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kenangan terindah</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2007/09/25/kenangan-terindah/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2007/09/25/kenangan-terindah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 09:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/2007/09/25/kenangan-terindah/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=21&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><embed src='http://widget-c5.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-c5.slide.com&channel=504403158278511045&cy=wp&il=1' width='500' height='350' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 500px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=504403158278511045&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-c5.slide.com/p1/504403158278511045/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=504403158278511045&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-c5.slide.com/p2/504403158278511045/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiwul.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiwul.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=21&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2007/09/25/kenangan-terindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata-kata Mutiara</title>
		<link>http://tiwul.wordpress.com/2007/09/21/kata-kata-mutiara/</link>
		<comments>http://tiwul.wordpress.com/2007/09/21/kata-kata-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 16:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agniputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Renungan Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tiwul.wordpress.com/2007/09/21/kata-kata-mutiara/</guid>
		<description><![CDATA[Kuingat kata-kata mutiara yang menusuk dalam batin. &#8220;Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain&#8221; Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya. Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya masing-masing.Semakin banyak yang dipikirkan. Semakin banyak yang dibutuhkan. Berarti semakin menumpuk pula resikonya. Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan. Meskipun duduk dalam <a href="http://tiwul.wordpress.com/2007/09/21/kata-kata-mutiara/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=16&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tiwul.files.wordpress.com/2007/09/sufism.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-182 alignleft" title="sufism" src="http://tiwul.files.wordpress.com/2007/09/sufism.jpg?w=95&#038;h=142" alt="sufi" width="95" height="142" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Kuingat kata-kata mutiara yang menusuk dalam batin.<br />
&#8220;Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain&#8221;<br />
Mengenal diri yang paling penting, adalah utama demi kesadaran jagat raya.<br />
Berarti pula memahami kesalahan, serta kekeliruannya masing-masing.Semakin banyak yang dipikirkan.<br />
Semakin banyak yang dibutuhkan.<br />
Berarti semakin menumpuk pula resikonya.</span></span></p>
<p><strong></strong><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:georgia;">Menunggu sangatlah mengesalkan, membosankan dan menggelisahkan.<br />
Meskipun duduk dalam mobil mewah dan cukup makanan.<br />
Apalagi ulahnya orang pemalas.<br />
Yang seumur-umur hanya menunggu waktu yang tidak kunjung berakhir.</span></p>
<p><strong></strong><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja.<br />
Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik.<br />
Sesuai dengan apa yang dikatakannya.<br />
Jangan lain di kata lain di perbuatan.</span></p>
<p><strong></strong><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:georgia;">Semua yang ada di sekitar kita, meskipun tinggi nilainya, tidak ada artinya sama sekali.<br />
Tampaknya seakan semua gersang, jika kita terjangkit penyakit bosan.</span></p>
<p><strong></strong><strong></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Sesuatu yang <em>baik</em>, belum tentu <em>benar</em>.<br />
Sesuatu yang <em>benar</em>, belum tentu <em>baik</em>.<br />
Sesuatu yang <em>bagus</em>, belum tentu <em>berharga</em>.<br />
Sesuatu yang <em>berharga/berguna</em>, belum tentu <em>bagus</em></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:georgia;"><span class="textby">Jully Cheung</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tiwul.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tiwul.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tiwul.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tiwul.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tiwul.wordpress.com&amp;blog=1275959&amp;post=16&amp;subd=tiwul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tiwul.wordpress.com/2007/09/21/kata-kata-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa103eae8d12ce9ea7070a36759708a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jujul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tiwul.files.wordpress.com/2007/09/sufism.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">sufism</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
